Maestrodua
Alon alon Weton Kelakon

Pages

Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Clifford Geertz

17 September 2015


092015



...Thus every living and healthy religion has a marked idiosyncrasy.

Mungkin sudah tidak asing lagi nama yang satu ini yaitu Clifford Geertz seorang ahli antropologi asal Amerika Serikat yang dikenal dari penelitian penelitiannya mengenai Indonesia dan Maroko dalam bidang seperti agama (khususnya Islam), perkembangan ekonomi, struktur politik tradisional, serta kehidupan desa dan keluarga. Terkait kebudayaan Jawa, ia mempopulerkan istilah priyayi saat melakukan penelitian tentang masyarakat Jawa pada tahun 1960-an, dan mengelompokkan masyarakat Jawa ke dalam tiga golongan: priyayi, santri dan abangan.

Clifford Geertz lahir di san fransisco tanggal 23 agustus 1926. Pada tahun 1950, ia memperoleh gelar B.A. (Bachelor of Arts) Sarjana Muda dalam bidang filsafat di universitas Antioch Collage Ohio.

Selanjutnya dia melanjutkan melanjutkan study dalam bidang antropolog di Harvard University. Geertz melakukan penelitian untuk disertasinya di wilayah Jawa selama 2 tahun ditemani isterinya Hildred yang juga seorang peneliti, dia meneliti Mojokuto tahun 1952-1954.

 Geertz menyamarkan Pare dengan nama "Mojokuto". Di Pare, antropolog ini sering berdiskusi dan berkonsultasi dengan Kyai Yazid ibnu Thohir yang merupakan perintis adanya Kampung Inggris, yang juga merupakan salah satu narasumber yang membantu antropolog tersebut dalam menyelesaikan bukunya.

 Pare termasuk kota lama. Ini terbukti dari keberadaan dua candi tidak jauh dari pusat kota, yakni Candi Surawana dan Candi Tegowangi, serta keberadaan patung "Budo" yang berada tepat di pusat kota. 

Sekembalinya dari penelitiannya dia memperoleh gelar doktor dibidang antropologi di Universitas Harvard pada tahun 1956. 

Riset selanjutnya dilakukan di Bali dan di komunitas Muslim di maroko pada tahun 1958. Geertz menjadi Guru Besar pada Advanced Study di Pricenton, New Jersey tahun 1970-2000. Dan menjadi satu satunnya ilmuwan antropologi yang bergelar Profesor. 
 
Dan pada tahun 2006 Geertz meninggal dalam usia 80 tahun dan meninggalkan banyak karya yang menjadi rujukan sampai saat ini dari kalangan antropolog maupun humaniora.

Karya-karyanya antara lain ;
 "Religion as a Cultural System". In Anthropological Approaches to the Study of Religion. Tavistock Publications. 1966
 Agricultural Involution: the process of ecological change in Indonesia (1964)
  Islam Observed, Religious Development in Morocco and Indonesia (1968)
DLL...

Sumber :
Geertz Religion as a Cultural
Vita Fitria Interpretasi Budaya Clifford Geertz; Agama sebagai Sistem Budaya
https://id.wikipedia.org/wiki/Clifford_Geertz
http://www.biography.com/people/clifford-geertz-9308224
Clifford Geertz, The Religion of java, (Glencoe II: The Free Press, 1960).
Clifford Geertz, The Interpretation of Cultures, (New York; Basic Group, 1973

Raden Ngabehi Ronggowarsito

16 September 2015




 

Raden Ngabehi Ronggawarsito adalah seorang sastrawan atau pujangga besar yang telah meninggalkan ‘warisan tak terharga’ berupa puluhan serat yang mempunyai nilai dan capaian estika menakjubkan. Ketekunannya pada sastra, budaya, teologi serta ditunjang bakat, mendudukkan ia sebagai pujangga terakhir Keraton Surakarta.yang tinggi ilmunya. Menurut Sapardi Djoko Damono, “Sastra adalah kristalisasi keyakinan, nilai-nilai, dan norma-norma yang disepakati masyarakat,”[1]
 
 salah satu karyanya yang terkenal yaitu Serat Wirit Hidayat Jati. Karya tersebut berisi ajaran ketauhidan atau ilmu yang membahas tentang hati atau bisa juga disebut ilmu makrifat yang bersumber dari wiradat ajaran wali di pulau Jawa. Ranggawarsito, seorang pujangga muslim, yang hidup dan berkarya pada abad ke 19.[2]
Ronggowarsito berasal dari keluarga bangsawan keraton Surakarta. Raden Ngabehi Ranggawarsita terlahir dengan nama Bagus Burhan. DI lahirkan pada hari senin legi, 10 Dulkaidah, Be 1728, sekitar pukul 12.00, wuku sungsang, atau 15 Maret 1802. Dari garis ayahnya, ia adalah keturunan ke-10 dari Sultan Hadiwijoyo, pendiri kerajaan pajang. Sedangkan dari garis keturunan ibu adalah keturunan ke-13 dari Sultan Trenggono, raja Demak Ketiga.[3] Dan Ronggowarsito sendiri adalah sebuah gelar.
R. Ng. Ronggowarsito terlahir dengan nama kecil Bagus Burham pada tahun 1728 J atau 1802 M, putra dari RM. Ng. Pajangsworo. Kakeknya, R.T. Sastronagoro yang pertama kali menemukan satu jiwa yang teguh dan bakat yang besar di balik kenakalan Burham kecil yang memang terkenal bengal. Sastronagoro kemudian mengambil inisiatif untuk mengirimnya nyantri ke Pesantren Gebang Tinatar di Ponorogo asuhan Kyai Kasan Besari. Salah satu karya Ronggowarsito yaitu Kitab Joyoboyo yang bersumber dari Kitab Asror dan Kitab Musarror Kitab Asror adalah kitab susunan Sunan Giri Prapen ke III, sedangkan Kitab Musarror adalah Kitab susunan Pangeran Wijil I (Kadilangu).[4]  
Salah satu isi kitab joyoboyo:
Akeh barang haram, akeh anak haram.
Wong wadon ngelamar wong lanang.
Wong lanang ngasorake drajat.
SUMBER:

[1] RobertEscarpit, kata pengantar, Sosiologi Sastra, Oleh Sapardi Djoko Damono, Terj. Ida Sundari Hussen (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2005) viii.
[2] Simuh, Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita, (Jakarta: Univesitas
Indonesia Press, 1988), hlm. 2.
[3]Norma, Zaman Edan Ronggowarsito 119
 
[4] Syech Muktarulloh al mujtaba tauhid rububiyah dan tauhid ubuddiyah

http://www.karatonsurakarta.com/ronggowarsito.html
 anonymous Biografi Ronggowarsito
https://zidatulhidayah.wordpress.com/2011/08/10/riwayat-hidup-ronggo-warsito-2/

Powered by Blogger.
 

Blogger news

Most Reading